Jakarta, SIKAP Indonesia – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (Pemkab OKU) terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program prioritas nasional dengan menyampaikan sejumlah usulan krusial terkait pengembangan komoditas pertanian unggulan ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).
Usulan tersebut meliputi pengembangan komoditas cabai dan bawang merah serta pengembangan komoditas jeruk.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati OKU H Marjito Bachri, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU, Joni Saihu, saat melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) dan audiensi ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, (03/02/26).

Langkah “jemput bola” yang dilakukan oleh Wakil Bupati dan Kadin Pertanian OKU ini diharapkan dapat segera terealisasi melalui kucuran anggaran dan bantuan teknis dari Kementerian Pertanian, demi kesejahteraan masyarakat Ogan Komering Ulu.
Selain fokus pada komoditas, Pemkab OKU juga menekankan pentingnya infrastruktur pertanian modern.
“Kami mengusulkan pembangunan 5 unit Greenhouse serta gudang hortikultura khusus untuk komoditas sayuran dan cabai. Langkah ini sangat vital, tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga sebagai upaya konkret mencegah inflasi daerah,” jelas Marjito.
“Pengembangan sektor hortikultura ini diproyeksikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat, memastikan ketersediaan bahan baku pangan yang sehat dan terjangkau bagi masyarakat OKU”, ujarnya.
Kunjungan ini menyasar dua direktorat jenderal sekaligus, yakni Direktorat Jenderal Hortikultura dan Direktorat Jenderal Perkebunan.
Tak hanya sektor hortikultura, rombongan Pemkab OKU juga melanjutkan audiensi ke Dirjen Perkebunan. Agenda utama dalam pertemuan ini adalah membahas persiapan dan usulan pendirian Pabrik Minyak Goreng (Pamigo) di Kabupaten OKU.
“Pendirian Pamigo dinilai sebagai langkah hilirisasi yang strategis untuk memaksimalkan potensi perkebunan di daerah, menjaga stabilitas harga minyak goreng, serta membuka lapangan kerja baru. Selain itu, disampaikan pula berbagai program prioritas perkebunan lainnya yang membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat”, pungkas Marjito. (AC/Red)
![]()


