OKU Selatan, SIKAP Indonesia –Pemerintah Kabupaten OKU Selatan bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan volume sampah selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU Selatan menyiagakan “Pasukan Kuning” guna menjaga kebersihan, khususnya di kawasan wisata yang diprediksi ramai dikunjungi wisatawan.
Kawasan wisata Danau Ranau menjadi fokus utama pengawasan. Kepala DLH OKU Selatan, Hj. Meliasari, menyebutkan bahwa selama libur Nataru, timbunan sampah diperkirakan meningkat sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan hari normal. Peningkatan tersebut didominasi oleh sampah kemasan makanan dan minuman dari aktivitas wisata.
“Lonjakan sampah ini sudah kami antisipasi sejak awal. Polanya selalu sama, yakni meningkat tajam di kawasan wisata dan pusat keramaian,” ujar Meliasari saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/12/2025).
DLH telah memetakan sejumlah titik rawan, terutama di kawasan Danau Ranau seperti Pantai Bidadari, Pantai Pelangi, pemandian air panas, serta sejumlah destinasi wisata lainnya yang menjadi magnet wisatawan saat libur akhir tahun.
Selain itu, jalur wisata menuju Krui, Lampung Barat, yang melintasi Kecamatan Pematang Ribu Ranau Tengah dan Warkuk Ranau Selatan, juga masuk dalam zona waspada. Meningkatnya tren wisata alam dan aktivitas wisata kuliner di sepanjang jalur tersebut turut berpotensi menambah volume sampah.
“Tidak hanya kawasan wisata, pusat-pusat keramaian di Kecamatan Banding Agung juga menjadi perhatian kami, terutama aktivitas kuliner dan penjualan oleh-oleh,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, DLH menerapkan strategi Siaga Kebersihan Nataru. Strategi ini menekankan prinsip zero accumulation, yakni mencegah penumpukan sampah lebih dari 24 jam di lokasi-lokasi strategis.
“Pengangkutan sampah kami optimalkan. Tidak boleh ada tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama, terutama di kawasan wisata,” tegas Meliasari.
Selain pengangkutan, DLH juga mengintensifkan kegiatan penyapuan jalan sejak pagi hari. Seluruh sarana dan prasarana kebersihan dipastikan dalam kondisi siap pakai sebelum memasuki puncak arus libur Nataru.
Meski tidak menambah personel, DLH memberlakukan sistem kerja lembur dan pengaturan jadwal secara bergilir bagi petugas kebersihan. Penyapu jalan hingga kru armada pengangkut sampah disiagakan secara bergantian demi memastikan layanan kebersihan tetap optimal.
“Jadwal kami atur dengan sistem giliran agar pelayanan maksimal tanpa mengabaikan hak istirahat petugas,” ungkapnya.
Tak hanya itu, DLH juga memperkuat koordinasi dengan pengelola destinasi wisata. Pengelola diimbau menyediakan tempat sampah terpilah yang memadai serta memastikan sampah terkumpul di titik penjemputan agar memudahkan proses pengangkutan.
“Kebersihan kawasan wisata adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap seluruh pihak ikut berperan aktif menjaga kebersihan selama libur Nataru,” pungkasnya. (Rd)
![]()


